SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGGAJIAN

Definisi Penggajian
Mulyadi dalam bukunya Sistem Akuntans mendefinisikan gaji (salary) sebagai pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan yang mempunyai jenjang jabatan manajer dan dibayarkan secara perbulan.
Dokumen-Dokumen Yang Digunakan Dalam Sistem Penggajian
Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi penggajian menurut Mulyadi dalam bukunya adalah sebagai berikut :
1.    Dokumen pendukung perubahan gaji dan upah, umumnya dikeluarkan oleh fungsi kepegawaian berupa surat-surat keputusan yang bersangkutan dengan karyawan. Misalnya surat keputusan pengangkatan karyawan baru, kenaikan pangkat, perubahan tarif upah, dll.
2.    Kartu jam hadir, dokumen ini digunakan oleh fungsi pencatat waktu untuk mencatat jam hadir setiap karyawan di perusahaan. Catatan jam hadir karyawan berupa daftar hadir biaya, dapat pula berbentuk kartu hadir yang diisi dengan mesin pencatat waktu.
3.    Kartu jam kerja, dokumen ini digunakan untuk mencatat waktu yang dikonsumsi oleh tenaga kerja langsung pabrik guna mengerjakan pesanan tertentu.
4.    Daftar gaji dan daftar upah, dokumen ini berisi gaji dan upah bruto setiap karyawan dikurangi potongan-potongan berupa Pph pasal 21, utang karyawan, dan sebagainya.
5.    Rekap daftar gai dan rekap daftar upah, dokumen ini merupakan ringkasan gaji dan upah per departemennya, yang dibuat berdasarkan daftar gaji dan upah.
6.    Surat pernyataan Gaji dan Upah, dokumen ini dibuat oleh fungsi pembuat daftar gaji dan upah bersamaan dengan pembuatan daftar gaji dan upah atau dalam kegiatan yang terpisah dari pembuatan daftar gai atau upah.
7.    Amplop gaji dan upah, uang gaji dan upah karyawan diserahkan setiap karyawan dalam, amplop gaji dan upah.
8.    Bukti kas keluar, dokumen ini merupakan perintah pengeluaran uang yang dibuat oleh fungsi akuntansi kepada fungsi keuangan, berdasarkan informasi dalam daftar gaji dan upah yang diterima dari fungsi pembuat daftar gaji dan upah.

Fungsi-Fungsi Yang Terkait Dalam Sistem Penggajian
Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi penggajian yang dikemukakan oleh Mulyadi dalambukunya, adalah sebagai berikut :
1.    Fungsi Kepegawaian
Fungsi ini bertanggung jawab untuk mencari  karyawan baru, memutuskan penempatan karyawan baru, membuat surat keputusan tarif gaji karyawan, kenaikan pangkat dan standar gaji, mutasi karyawan, dan pemberhentian karyawan.
2.    Fungsi pencatat waktu
Fungsi ini bertanggung jawab untuk menyelenggarakan catatan waktu hadir bagi semua karyawan perusahaan.
3.    Fungsi pembuat daftar gaji
Fungsi ini bertanggung jawab untuk membuata daftar gaji yang berisi penghasilan bruto yang menjadi hak berbagai potongan yang menjadi beban setiap karyawan selama jangka waktu pembayaran gaji. Daftar gaji diserahkan oleh fungsi pembuat  daftar gaji kepada fungsi akuntansi guna pembuatab bukti kas keluar yang dipakai sebagai dasar untuk pembayaran gaji kepada karyawan.
4.    Fungsi akuntansi
Bertanggung jawab untuk mencatat kewajiban yang timbul dalam hubungannya dengan pembayaran gaji karyawan (misalnya utang gaji, utang pajak, utang dana pensiun). Fungsi akuntansi yang menangani sistem penggajian dana pengupahan berada di tangan :                (1) bagian utang, yaitu bagian yang bertanggung jawab untuk memproses pembayaran gaji dan upah seperti yang tercantum dalam daftar gaji dan upah, (2) bagian kartu biaya, yaitu bagian yang bertanggung jawab untuk mencatat pokok produk dan kartu biaya berdasarkan rekap daftar gaji dan upah dan kartu kerja, (3) bagian jurnal, yaitu bagian yang bertanggung jawab untuk mencatat biaya gaji dan upah dalam jurnal umum.
5.    Fungsi keuangan
Fungsi ini bertangggung jawab untuk mengisi cek guna pembayaran gaji dan menguangkan cek tersebut ke bank. Uang tunai tersebut kemudian dimasukkan kedalam amplop gaji setiap karyawan, untuk selanjutnya dibagikan kepada karyawan yang berhak.

Prosedur-Prosedur Sistem Penggajian
Prosedur sistem penggajian yang diselenggarakan secara manual terdiri dari :
1.    Departemen personalia
Berdasarkan lamaran yang masuk, bagian ini menyaring dan mengangkat karyawan. Hasil dari proses ini adalah surat pengangakata karyawan baru, yang akan didistribusikan sebagai berikut :
§  Lembar ke 1 diserahkan ke karyawan yang bersangkutan
§  Lembar ke 2 diserahkan ke bagian gaji
§  Lembar ke 3 diserahkan ke penyelia atasan langsungnya
§  Lembar ke 4 diarsipkan urut abjad bersama-sama dengan surat lamaran dan referensi diarsipkan urut abajd.
2.    Supervisor/Penyelia
Setelah menerima tembusan surat pengangkatan karyawan baru, penyelia menyiapkan skedul kerja untuk karyawan baru dan memberikan beban pekerjaan kepada karyawan baru. Menjelang tanggal pembayaran gaji, bagian ini memeriksa tiket kerja dan kartu jam kerja. Setelah diperiksa, kartu jam kerja diteruskan ke bagian gaji, sedangkan tiket kerja diserahkan ke bagian akuntansi biaya.
3.    Karyawan baru 
Setelah menerima surat pengangkatan, karyawan baru akan memperoleh skedul kerja dai atasan langsungnya. Jumlah jam kerja dan jam hadir karyawan akan direkan dan tiket kerja yang akan diserahkan ke atasan langsungnya.
4.    Bagian gaji
Bagian gaji menerima tembusan surat pengangkatan pegawai baru, selanjutnya digunakan sebagai dasar untuk membuat cataan gaji kumulatif, yang sementara akan diarsipkan urut abjad. Bagian ini juga menerima kartu jam kerja dari atasan langsung karyawan. Atas dasar dokumen ini, bagian gaji akan membuat daftar gai sebanyak 2 lembar dan mendistribusikannya sebagai berikut : lembar ke 1 diserahkan ke bagian keuangan, dan lembar ke 2 diserahkan ke bagian akuntansi. Selanjutnya bagian ini akan melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) mengarsipkan kartu jam kerja urut abjad, (2)  memperbaharui catatan gaji kumulatif, dan (3) mengarsipkan catatan gaji kumulatif urut abjad.
5.    Bagian keuangan
Atas dasar daftar gaji yang diterima, bagian ini membuat cek transfer gaji untuk mengisi rekening gaji di bank dan bukti setor bank, dan menyetorkannya ke bank. Membuat dan menandatangani cek gaji serta membayarkannya kepada karyawan.
6.    Bagian akuntansi
Setelah menerima tembusan bukti setor bank dari bank, bagian akuntansi kemudian mencocokkan tembusan bukti setor tersebut dengan daftar gaji dan mengarsipkannya urut tanggal. Kegiatan terakhir, bagian akuntansi akan membuat jurnal pembayaran gaji dan memposting ke rekening buku besar.

Prosedur sistem penggajian yang diselenggarakan dengan menggunakan komputer terdiri dari :
1.    Bagian gaji
Bagian gaji menerima kartu jam kerja dan tiket jam kerja dari berbagai departemen. Atas dasar dokumen ini, bagian gaji akan membandingkan kedua dokumen, memasukan data gaji ke komputer, dan mengarsipkan kedua dokumen tersebut urut waktu.
2.    Departemen pengolahan data
Setelah menerima input data gaji, bagian ini akan menjalankan program pengurutan data. Hasilnya adalah data gaji yang telah urut. Selanjutnya bagian ini menjalankan program pembuatan cek dengan menggunakan file induk penggajian dan file buku besar. Keluaran dari proses ini adalah: (1) cek gaji yang diserahkan ke departemen keuangan(kasir), (2) berbagai macam laporan periodik yang akan diserahkan ke bagian departemen, (3) daftar gaji yang akan diserahkan ke bagian utang.
3.    Bagian utang
Bagian ini menerima daftar gaji dari departemen pengolahan data. Atas dasar daftar gaji tersebut, bagian utang akan memberikan otorisasi dan membuat voucher. Selanjutnya voucher dan daftar gaji diserahkan ke bagian utang.
4.    Kasir
Bagian ini mula-mula menerima cek gaji. Selanjutnya bagian ini juga menerima voucher dan daftar gaji, kemudian memeriksa dan menandatangani cek dan membatalkan (mengecap lunas voucher). Kemudian kasir akam mendistribusikan dokumen-dokumen tersebut sebagai beriktu : (1) daftar gaji diserahkan ke bagian gaji, (2) voucher diserahkan ke bagian akuntansi, (3) cek gaji didistribusikan kepada karyawan, (4) cek transfer gaji an diserahkan ke bank.
5.    Bagian gaji
Atas dasar daftar gaji yang diterima, bagian gaji akan mencocokan dengan arsip kartu kerja dan tiket jam kerja. Selanjutnya dokumen-dokumen tersebut diarsipkan urut tanggal.
Berikut ini adalah flowchart penggajian pada toko Rejeki :

Read more

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGELUARAN KAS

Definisi Pengeluaran Kas
Menurut James A. Hall yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Jusuf dalam buku yang berjudul Sistem Informasi Akuntansi menyatakan definisi pengeluaran kas bahwa :“Sistem pengeluaran kas adalah memproses pembayaran kewajiban yang dihasilkan oleh sistem pembelian.”
Dokumen-Dokumen yang Digunakan
Menurut Mulyadi dalam buku yang berjudul Sistem Akuntansi mengatakan  dokumen-dokumen yang digunakan yaitu :
1.       Bukti kas keluar.
Dokumen ini berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas kepada Bagian Kasa sebesar yang mencantumkan dalam dokumen tersebut.
2.       Cek.
Dari sudut sistem informasi akuntansi, cek merupakan dokumen yang digunakan untuk memerintah bank melakukan pembayaran sejumlah uang kepada orang atau organisasi yang namanya tercantum pada cek.
3.    Permintaan cek (chek request).
Dokumen ini berfungsi sebagai permintaan dari fungsi yang memerlukan pengeluaran kas kepada fungsi akuntansi untuk membuat kas keluar.
Fungsi yang terkait
Menurut Mulyadi dalam buku yang berjudul Sistem Akuntansi mengatakan fungsi yang terkait yaitu :
1.       Fungsi yang memerlukan pengeluaran kas. Jika suatu memerlukan pengeluaran kas (misalnya untuk pembeli jasa dan untuk biaya perjalanan dinas), fungsi yang bersangkutan mengajukan permintaan cek kepada fungsi akuntansi (bagian utang).
2.       Fungsi kas. Dalam sistem akuntansi pengeluaran kas dengan cek, fungsi ini berfungsi bertanggungjawab dalam mengisi cek, meminta otorisasi atas cek dan mengirimkan cek kepada kreditur via pos atau pembayaran langsung kepada kreditur.
3.       Fungsi akuntansi. Dalam sistem akuntansi pengeluaran kas dengan cek, fungsi akuntansi bertanggungjawab atas :
1)      Pencatatan pengeluaran kas yang menyangkut biaya dan persediaan.
2)      Pencatatan transaksi pengeluaran kas dalam jurnal pengeluaran kas atau register cek.
3)      Pembuatan bukti kas keluar yang memberikan otorisasi kepada fungsi kas dalam mengeluarkan cek sebesar yang tercantum dalam dokumen tersebut.
4.       Fungsi Pemeriksaan Intern. Dalam sistem akuntansi pengeluaran kas dan cek, fungsi ini bertanggungjawab untuk melakukan penghitungan kas    (Cash Count) secara periodik dan mencocokan hasil penghitungannya dengan saldo kas menurut catatan akuntansi (rekening kas dalam buku besar).
Catatan Yang Digunakan
Menurut Mulyadi dalam buku yang berjudul Sistem Akuntansi mengatakan catatan yang digunakan yaitu :
a.       Jurnal pengeluaran kas (cash disbursement journal).
Dalam pencatatan utang account payable system, untuk mencatat transaksi pembelian digunakan jurnal pembelian dan untuk mencatat pengeluaran kas digunakan jurnal pengeluaran kas. Dokumen sumber yang dipakai sebagai dasar pencatatan dalam jurnal pengeluaran kas adalah faktur dari pemasok yang telah dicap “lunas” oleh fungsi kas.
b.      Register cek (check register)
Dalam pencatatan utang dengan voucher payable system, transaksi untuk mencatat transaksi pembelian digunakan dua jurnal, register bukti kas keluar dan register cek. Register bukti kas keluar digunakan untuk mencatat utang yang timbul, sedangkan register cek digunakan untuk mencatat pengeluaran kas dengan cek. Register cek digunakan untuk mencatat cek-cek perusahaan yang dikeluarkan untuk membayar para kreditur perusahaan atau pihak lain.
Berikut ini adalah flowchart pengeluaran kas pada toko Rejeki :


Read more

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENERIMAAN KAS

Penerimaan Kas
Penerimaan kas adalah transaksi yang sering terjadi. Penerimaan kas berasal dari pendapatan jasa, penagihan piutang, penerimaan bunga investasi, penjualan aktiva, dan berbagai sumber pendapatan lainnya. Menurut Mulyadi dalam bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi bahwa berdasarkan sistem pengendalian intern yang baik, sistem penerimaan kas dari penjualan tunai mengharuskan :
1. Penerimaan kas dalam bentuk tunai harus segera disetor ke bank   dalam jumlah penuh dengan cara melibatkan pihak lain selain kasir untuk melakukan internal check.
2. Penerimaan kas dari penjualan tunai dilakukan melalui transaksi kartu kredit, yang melibatkan bank penerbit kartu kredit dalam pencatatan transaksi penerimaan kas.
Menurut Mulyadi dalam bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi menjelaskan bahwa penerimaan kas dari penjualan tunai dibagi menjadi tiga prosedur berikut :
1.   Prosedur penerimaan kas dari over the counter sales.
2.   Prosedur penerimaan kas dari cash on delivery sales (COD sales).
3.   Prosedur penerimaan kas dari credit card sales.”
Prosedur Penerimaan Kas
1. Prosedur penerimaan kas dari over the counter sales.
Dalam penjualan tunai ini, pembeli datang ke perusahaan, melakukan pemilihan barang atau
produk yang akan dibeli, melakukan pembayaran ke kasir, dan kemudian menerima barang yang
dibeli. Dalam over-the counter sales ini, perusahaan menerima uang tunai, cek pribadi (personal
check), atau pembayaran langsung dari pembeli dengan credit card, sebelum barang diserahkan
kepada pembeli.
2. Prosedur penerimaan kas dari cash on delivery sales (COD sales)
Cash on delivery sales (COD sales) adalah transaksi penjualan yang melibatkan kantor pos,
perusahaan angkutan umum, atau angkutan sendiri dalam penyerahan dan penerimaan kas dari
hasil penjualan.
3.   Prosedur penerimaan kas dari credit card sales.
Merupakan salah satu cara pembayaran bagi pembeli dan sarana penagihan bagi penjual, yang
memberikan kemudahan baik bagi pembeli maupun bagi penjual.

Menurut Mulyadi dalam bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi menjelaskan bahwa untuk menjamin diterimanya kas oleh perusahaan, sistem penerimaan kas dari piutang mengharuskan :
1.   Debitur melakukan pembayaran dengan cek atau dengan cara pemindah bukuan melalui rekening bank (giro bilyet). Jika perusahaan hanya menerima kas dalam bentuk cek dari debitur, yang ceknya atas nama perusahaan (bukan atas unjuk), akan menjamin kas yang diterima oleh perusahaan masuk ke rekening giro bank perusahaan. Pemindahbukuan juga akan memberikan jaminan penerimaan kas masuk ke rekening giro bank perusahaan.
 2.  Kas yang diterima dalam bentuk cek dari debitur harus segera disetor ke bank dalam jumlah penuh.

Menurut Mulyadi dalam bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi menjelaskan bahwa penerimaan kas dari piutang dapat dilakukan melalui berbagai cara, adalah sebagai berikut :
1    Melalui penagihan perusahaan
2.   Melalui pos
 3.  Melalui lock-box collection plan.”

Penjelasan lebih lanjut dari keterangan di atas adalah sebagai berikut :
1.         Penerimaan kas dari piutang melalui penagihan perusahaan dilaksanakan dengan prosedurberikut ini :
a. Bagian piutang memberikan daftar piutang yang sudah saatnya ditagih kepada Bagian Penagihan.
b. Bagian Penagihan mengirimkan penagih, yang merupakan karyawan perusahaan, untuk melakukan penagihan kepada debitur.
c. Bagian Penagihan menerima cek atas nama dan surat pemberitahuan (remit-tance advice) dari debitur.
d. Bagian Penagihan menyerahkan cek kepada Bagian kasa.
e. Bagian Penagihan menyerahkan surat pemberitahuan kepada Bagian Piutang untuk kepentingan posting ke dalam kartu piutang.
 f. Bagian Kasa mengirim kuitansi sebagai tanda penerimaan kas kepada debitur.
 g. Bagian Kasa menyetorkan cek ke bank, setelah cek atas cek tersebut dilakukan endorsement oleh pejabat yang berwenang.
 h. Bank perusahaan melakukan clearing atas cek tersebut ke bank debitur.
2.             Penerimaan kas dari piutang melalui pos dilaksanakan dengan prosedur berikut ini :
a.       Bagian Penagihan mengirim faktur penjualan kredit kepada debitur pada saat transaksi penjualan kredit terjadi.
b.      Debitur mengirim cek atas nama yang dilapisi surat pemberitahuan melalui pos.
c.       Bagian Sekretariat menerima cek atas nama dan surat pemberitahuan (remittance advice) dari debitur.
d.      Bagian Sekretariat menyerahkan cek kepada Bagian kasa.
e.      Bagian Sekretariat menyerahkan surat pemberitahuan kepada Bagian Piutang untuk kepentingan posting ke dalam kartu piutang.
f.        Bagian Kasa mengirim kuitansi kepada debitur sebagai tanda terima pembayaran dari debitur.
3.             Penerimaan kas dari piutang melalui lock-box collection plan dilaksanakan dengan prosedur berikut ini :
a.       Bagian Penagihan mengirim faktur penjualan kredit kepada debitur pada saat transaksi penjualan kredit terjadi.
b.      Debitur melakukan pembayaran utangnya pada saat faktur jatuh tempo dengan mengirimkan cek dan surat pemberitahuan ke PO Box di kota terdekat.
c.       Bank membuka PO Box dan mengumpulkan cek dan surat pemberitahuan yang diterima oleh perusahaan.
d.      Bank membuat daftar surat pemberitahuan. Dokumen ini dilampiri dengan surat pemberitahuan dikirimkan oleh bank ke Bagian sekretariat.
e.      Bank mengurus check clearing.
f.        Bagian Sekretariat menyerahkan surat pemberitahuan kepada Bagian Piutang untuk mengkredit rekening pembantu piutang debitur yang bersangkutan.
g.       Bagian Sekretariat menyerahkan daftar surat pemberitahuan ke Bagian Kasa.
h.      Bagian Kasa menyerahkan daftar surat pemberitahuan ke Bagian Jurnal untuk dicatat di dalam jurnal penerimaan kas.
Berikut ini adalah flowchart penerimaan kas pada toko Rejeki 




Read more

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN

Definisi Penjualan
Menurut Mulyadi dalam bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi, menyebutkan bahwa: “Penjualan adalah kegiatan yang terdiri dari penjualan barang atau jasa baik secara kredit maupun secara tunai.”
Sistem Informasi Akuntansi Penjualan
Menurut Mulyadi dalam bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi, definisi penjualan adalah sebagai berikut: “Penjualan adalah kegiatan yang terdiri dari penjualan barang atau jasa baik secara kredit maupun secara tunai .”
Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan
A.   Fungsi Yang Terkait
Beberapa fungsi yang terkait dalam prosedur penjualan menurut Mulyadi dalam bukunya Sistem Akuntansi adalah sebagai berikut :
1.    Fungsi Kas
Fungsi ini bertanggungjawab sebagai penerima kas dari pembeli.
2.    Fungsi Gudang
Fungsi gudang berfungsi untuk menyediakan barang yang diperlukan oleh pelanggan sesuai dengan yang tercantum dalam tembusan faktur penjualan yang diterima dari fungsi penjualan.
3.    Fungsi Akuntansi
Fungsi ini bertanggungjawab sebagai pencatat transaksi penjualan dan penerimaan kas dan pembuatan laporan penjualan.
4.    Fungsi Pengiriman
Fungsi pengiriman berfungsi untuk menyerahkan barang yang kuantitas, mutu, dan spesifikasinya sesuai dengan yang tercantum dalam tembusan faktur penjualan yang diterima dari fungsi penjualan.
B.    Dokumen yang Digunakan
Dokumen-dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi penjualan, menurut Mulyadi dalam bukunya Sistem Akuntansi adalah sebagai berikut :
1.    Faktur Penjualan Tunai
Dokumen ini digunakan untuk merekam berbagai informasi yang diperlukan oleh manajemen mengenai transaksi penjualan tunai.
2.   Bukti Setor Bank
Dibuat oleh fungsi kas sebagai bukti penyetoran kas ke bank
 3. Rekap Harga Pokok Penjualan
Digunakan oleh fungsi akuntansi untuk meringkas harga pokok produk yang dijual selama satu periode.
C.    Catatan yang Digunakan
Menurut Mulyadi dalam bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi, catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem penjualan adalah:
1.    Jurnal Penjualan
Jurnal Penjualan, catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat transaksi penjualan baik secara kredit maupun tunai.
2.    Jurnal Umum                                                             
Jurnal Umum, catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat harga pokok produk yang dijual selama periode tertentu.
3.    Kartu Persediaan.
Kartu Persediaan, catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi rincian mutasi setiap jenis persediaan.

Berikut ini adalah flowchart penjualan pada toko Rejeki :

1. Flowchart Penjualan Tunai

Add caption

Deskripsi Tugas dan Wewenang Masing-masing Bagian
1.       Pembeli
-          Mencatat data data spring bed yang diinginkan
-          Memberikan data spring bed yang diinginkan kepada bagian penjualan
-          Menerima info dan harga spring bed yang diinginkan dari bagian penjualan
-          Memberikan data pembeli, pembayaran, dan info pengiriman kepada bagian penjualan
-          Menerima nota tembusan (rangkap ke-2) dari bagian penjualan
-          Menerima barang langsung dari bagian penjualan jika barang tidak dikirim
-          Menandatangani nota yang diberikan oleh bagian pengiriman
-          Menyerahkan kembali nota yang telah ditandatangani kepada bagian pengiriman
-          Memberikan pelunasan pembayaran terhadap barang yang dibeli kepada bagian pengiriman
2.       Bagian Penjualan
-          Menerima data spring bed yang diinginkan pembeli
-          Memberikan info dan harga spring bed kepada pembeli sesuai dengan data spring bed yang diinginkan pembeli
-          Menghubungi bagian gudang dan menyerahkan data spring bed yang diinginkan oleh pembeli kepada bagian gudang
-          Menerima spring bed yang telah disiapkan oleh bagian gudang sesuai permintaan pembeli
-          Meminta data pembeli, pembayaran, dan info pengiriman kepada pembeli
-          Menerima data pembeli, pembayaran, dan info pengiriman dari pembeli
-          Membuat nota rangkap 2 dan mencatat data pembelian, pembayaran, dan info pengiriman pada nota
-          Memberikan nota tembusan(rangkap ke-2)  kepada pembeli jika barang tidak dikirim
-          Memberikan barang langsung ke pembeli jika barang tidak dikirim
-          Menyerahkan nota asli dan barang pada bagian pengiriman jika barang dikirim ke pembeli
-          Menerima nota asli dan pelunasan pembayaran barang yang dibeli oleh pembeli dari bagian pengiriman
-          Memberikan nota asli dan pelunasan pembayaran barang yang dibeli oleh pembeli kepada bagian akuntansi
3.       Bagian Gudang
-          Menerima data spring bed yang diinginkan oleh  pembeli dari bagian penjualan
-          Menyiapkan spring bed yang diinginkan oleh  pembeli
-          Menyerahkan spring bed yang diinginkan oleh  pembeli kepada bagian penjualan
4.       Bagian Pengiriman
-          Menerima nota asli dan barang yang diinginkan pembeli dari bagian penjualan
-          Mengirim barang kepada pembeli
-          Menyerahkan barang kepada pembeli
-          Meminta pembeli menandatangani nota sebagai bukti bahwa barang telah dikirim ke tempat pembeli
-          Menerima nota yang telah ditandatangani oleh pembeli
-          Meminta pelunasan pembayaran barang kepada pembeli
-          Menerima pelunasan pembayaran barang dari pembeli
-          Memberikan nota dan pelunasan pembayaran barang dari pembeli kepada bagian penjualan
5.       Bagian Akuntansi
-          Menerima nota dan pelunasan pembayaran barang yang dibeli oleh pembeli dari bagian penjualan
-          Membuat laporan penjualan rangkap 2
-          Memberikan laporan penjualan asli (rangkap 1) kepada pimpinan
-          Menyimpan nota asli (rangkap 1)
-          Menyimpan laporan penjualan tembusan (rangkap 2)
6.       Pimpinan
-          Menerima laporan penjualan asli (rangkap 1) dari bagian akuntansi
2. Flowchart Penjualan Kredit



Deskripsi Tugas dan Wewenang Masing-masing Bagian
1.       Lembaga Kredit
-          Memberikan info kredit kepada pembeli
-          Menerima kelengkapan administrasi kredit dari pembeli
-          Memeriksa kelayakan kredit
-          Membuat perjanjian kredit rangkap 2
-          Memberikan perjanjian kredit rangkap 2 kepada pembeli untuk ditandatangani
-          Menerima perjanjian kredit (2 rangkap) yang telah ditandatangani oleh pembeli
-          Menandatangani perjanjian kredit (2 rangkap)
-          Menyimpan perjanjian kredit yang asli (rangkap ke-1)
-          Mengunjungi toko dan menyerahkan data barang yang diinginkan pembeli kepada bagian penjualan
-          Memberikan data pembeli, pembayaran, dan info pengiriman kepada bagian penjualan
2.       Pembeli
-          Mencatat data data spring bed yang diinginkan
-          Memberikan data spring bed yang diinginkan kepada bagian penjualan
-          Menerima info dan harga spring bed yang diinginkan dari bagian penjualan
-          Menerima info mengenai alternatif lembaga kredit dari bagian penjualan
-          Mengunjungi lembaga kredit sesuai dengan pilihan pembeli
-          Meminta info kredit kepada lembaga kredit
-          Menerima info kredit dari lembaga kredit
-          Memberikan kelengkapan administrasi kredit kepada lembaga kredit
-          Menerima perjanjian kredit rangkap 2 untuk ditandatangani dari lembaga kredit
-          Menandatangani perjanjian kredit (2 rangkap)
-          Memberikan perjanjian kredit (2 rangkap) yang telah ditandatangani kepada lembaga kredit
3.       Bagian Penjualan
-          Menerima data spring bed yang diinginkan pembeli
-          Memberikan info dan harga spring bed kepada pembeli sesuai dengan data spring bed yang diinginkan pembeli
-          Memberikan info mengenai alternatif lembaga kredit kepada pembeli
-          Menerima data spring bed yang diinginkan pembeli
-          Menghubungi bagian gudang dan menyerahkan data spring bed yang diinginkan oleh pembeli kepada bagian gudang
-          Menerima spring bed yang telah disiapkan oleh bagian gudang sesuai permintaan pembeli
-          Meminta data pembeli, pembayaran, dan info pengiriman kepada lembaga kredit
-          Menerima data pembeli, pembayaran, dan info pengiriman dari lembaga kredit
-          Membuat nota rangkap 2 dan mencatat data pembelian, pembayaran, dan info pengiriman pada nota
-          Memberikan nota tembusan(rangkap ke-2)  kepada lembaga kredit jika barang tidak dikirim
-          Memberikan barang langsung ke lembaga kredit jika barang tidak dikirim
-          Menyerahkan nota asli dan barang pada bagian pengiriman jika barang dikirim ke pembeli
-          Menerima nota asli dan pelunasan pembayaran barang yang dibeli oleh pembeli dari bagian pengiriman
-          Memberikan nota asli dan pelunasan pembayaran barang yang dibeli oleh pembeli kepada bagian akuntansi
4.       Bagian Gudang
-          Menerima data spring bed yang diinginkan oleh  pembeli dari bagian penjualan
-          Menyiapkan spring bed yang diinginkan oleh  pembeli
-          Menyerahkan spring bed yang diinginkan oleh  pembeli kepada bagian penjualan
5.       Bagian Pengiriman
-          Menerima nota asli dan barang yang diinginkan pembeli dari bagian penjualan
-          Mengirim barang kepada pembeli
-          Menyerahkan barang kepada pembeli
-          Meminta pembeli menandatangani nota sebagai bukti bahwa barang telah dikirim ke tempat pembeli
-          Menerima nota yang telah ditandatangani oleh pembeli
-          Meminta pelunasan pembayaran barang kepada pembeli
-          Menerima pelunasan pembayaran barang dari pembeli
-          Memberikan nota dan pelunasan pembayaran barang dari pembeli kepada bagian penjualan
6.       Bagian Akuntansi
-          Menerima nota dan pelunasan pembayaran barang yang dibeli oleh pembeli dari bagian penjualan
-          Membuat laporan penjualan rangkap 2
-          Memberikan laporan penjualan asli (rangkap 1) kepada pimpinan
-          Menyimpan nota asli (rangkap 1)
-          Menyimpan laporan penjualan tembusan (rangkap 2)
7.       Pimpinan
-          Menerima laporan penjualan asli (rangkap 1) dari bagian akuntansi


Read more
 
Sistem Informasi Akuntansi Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template and web hosting